Mana Pink-nya?

Dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Lombok, perjalana menuju pantai yang terletak di ujung timur menghadap Sumbawa ini cukup melelahkan. Bagaimana tidak, setengah dari jalan yang ditempuh kondisinya jauh dari layak penuh dengan lubang, atau lebih tepatnya kubangan yang menganga lebar. Dari Jakarta bayangan akan Pink Beach cukup membuat kami penasaran, karena selama ini pantai yang umum pasti bila tidak berwarna putih yang agak gelap mirip pasir untuk bangunan. Pertama kali yang terbayang adalah : Wah, keren pasti ini pantai, belum pernah ada dalam sejarah dunia manapun ada pantai berpasir merah jambu. Sihir jenis apa ini? :) Walhasil Begitu tiba di Bandara maka tujuan pertama kali ya Pink Beach itu!

Setelah akhirnya tiba di lokasi, tampaknya perjuangan melelahkan selama kurang lebih dua jam dengan satu jam berselancar di atas jalan bergelombang belum lagi usai. Pink Beach masih harus dituju sekitar 400-500 meter ke bawah. Ya, benar! Berjalan kaki ke bawah, karena mobil kami tidak sanggup untuk melewati jalan yang lebih cocok disebut jalur offroad itu. Tapi tak apalah, ini Pink Beach loh, mana ada pantai berpasir warna merah jambu di belahan manapun. Pasti ini adalah keajaiban dunia yang terlewatkan oleh publisitas media massa, jadi apalah artinya setengah kilo lagi berjalan kaki.

Dan, dua puluh menit kemudian tiba juga akhirnya kami di Pink Beach. Dan yang keluar dari mulut saya pertama kali adalah….

“Mana Pink-nya?”



Leave a Reply